Jika Aku diberikan uang 10 juta untuk travelling


Diberikan 10 Juta untuk travelling…? Tanpa pikir panjang saya akan segera merencanakan perjalanan dan mengepak barang-barang saya.

Yogyakarta, bagi saya adalah tempat yang sangat pas untuk menghabiskan long weekend di bulan ini. Selain refreshing sejenak dari hiruk pikuk dunia pekerjaan, tentunya daerah satu ini sangatlah istimewa, sesuai dengan namanya, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jikalau bisa pergi, ini adalah kali ke-3 saya ke kota ini. Seperti kata orang, Yogyakarta itu ngangenin, sekali dari sini, akan memberi kita perasaan ingin mengunjungi kota ini lagi.

Selain karena wisata-wisata bersejarah dan kebudayaannya, kota Yogyakarta juga merupakan kota yang ramah, hal ini dapat dilihat dari keramahan para penduduknya… Bagi saya, adalah sebuah pengalaman tak terlupakan berkunjung ke kota ini. Apalagi jika kita sudah terbiasa dengan suasana kehidupan di kota besar yang penuh kesibukan sehingga seringkali lupa akan hal kecil seperti memberikan perhatian dan bersikap ramah kepada siapa saja. Keramahan tentulah membuat kita merasa nyaman.

Setiba disana saya ingin mengunjungi tempat-tempat bersejarah, seperti keraton yogyakarta, taman sari, museum benteng vredeburg, candi prambanan- ratu boko, candi borobudur, juga museum arfandi.

Selain tempat bersejarah, banyak juga tempat-tempat wisata baru yang tak kalah menarik di yogyakarta, seperti taman pintar, musem de mata & de arca, juga wisata gua pindul yang lagi happening belakangan ini.

Bukan ke Yogya namanya kalau belum ke Malioboro.. disana bisa berbelanja sekaligus mencari oleh-oleh untuk orang di rumah…

Untuk bisa sampai ke Yogyakarta, saya memilih menggunakan jalur udara (pesawat terbang). Selain lebih cepat dan aman, 1 hal yang sangat istimewa yaitu kita dapat menyaksikan pemandangan luar biasa  kota yogya dari udara. Dari ketinggian tersebut, kita dapat melihat tata letak kota yogya juga Indahnya Gunung Merapi. Demi menunggu pemandangan yang indah ini, saya melupakan rasa lelah dan ngantuk saya.

Jika kita berbicara mengenai pesawat terbang, pastinya pilihan utama kita jatuh kepada Maskapai terpercaya, Garuda Indonesia. Saya tak ingin memperpendek waktu saya di Yogya, untuk itu saya memilih pesawat pagi.Screenshot_2015-04-26-05-13-05 Screenshot_2015-04-26-05-13-17

Total biaya untuk tiket pesawat terbang UPG-JOG pergi pulang adalah Rp. 3.523.259,- (sudah include bagasi 20kg, makanan di pesawat, dan airport tax)

Selama berada di Yogya, saya memilih untuk menginap di  Jambuluwuk Malioboro Boutique Hotel, karena akses mudah ke mana saja juga pas di kantong dengan fasilitas yang lumayan bagus.

Screenshot_2015-04-26-05-34-17

Untuk nginap selama 3 malam di Jambuluwuk Malioboro Boutique Hotel Rp. 1.868.364,- dan untungnya ada promo diskon sebesar Rp.125.000,- di Traveloka bagi pengguna Indosat. wahh senangnya… Jadinya biaya untuk penginapan tinggal sebesar Rp. 1.743.364,- 

Kelebihan memesan tiket pesawat dan hotel di traveloka:

  • Gak ribet, harga yang tercantum sudah harga bersih. Nggak perlu repot lagi hitungin ini itu, pajak dan service hotel, pokoknya sudah include deh semuanya.. tinggal pilih saja yang diinginkan
  • banyak pilihan, kita bisa milih sesuai dengan budget kita
  • mudah digunakan kapan saja dimana saja (desktop & app handphone)
  • banyak pilihan pembayaran
  • banyak promonya

Budget selama liburan di Yogya:

  • Tiket pesawat                       Rp.3.523.259,-
  • Hotel 3 malam                      Rp.1.743.364,-
  • Tiket Masuk tempat wisata  Rp.1.000.000,-
  • Transportasi                         Rp.  600.000,-
  • Kuliner                                  Rp.  500.000,-
  • Oleh-oleh                             Rp.  800.000,-
  • Total Budget                       Rp.8.166.623,-

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Konfrontasi


Amsal 15:31-32
Orang yang mengarahkan telinga kepada teguran yang membawa kepada kehidupan akan tinggal di tengah-tengah orang bijak. Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi.

Dalam berhubungan dengan sesama, kita sering kali tidak dapat luput dari konfrontasi. Konfrontasi atau menegur memang sulit dilakukan, sebab mengandung bahaya “kehilangan” hubungan tersebut. Oleh sebab itu, banyak orang lebih suka menghindari konfrontasi daripada melakukannya.

Bagaimana kita dapat memberikan teguran sehingga membangun dan menumbuhkan orang yang kita tegur? Kita perlu belajar untuk menyatakan perasan hati kita, bukan kemarahan kita. Teguran yang disampaikan dengan memaki-maki, menyerang dan menjatuhkan biasanya tidak akan efektif bagi kedua belah pihak. Orang yang dimaki-maki atau diserang tidak mungkin mau mendengar, apalagi berubah oleh teguran itu. Akibatnya besar kemungkinan hubungan itu menjadi terputus. Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel, renungan, Renungan Kristen, Renungan Persahabatan

Sikap Egois


Lukas 6:31
“Dan Sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.

Di sebuah seminar wiraniaga, seorang pendeta mengeluhkan usahanya yang selalu gagal. Ia mengaku pusing dengan keadaan tersebut dan tidak tahu harus berbuat apa lagi. Selepas sang pendeta mengeluarkan unek-uneknya, pembicara seminar itu pun akhirnya memberikan tanggapan. Namun, kali ini ia merespon dengan cara yang tidak biasa, yaitu dengan menceritakan mengenai hobinya: Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel, renungan, Renungan Kristen

Piano


Kisah ini terjadi di Rusia. Seorang ayah yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun, memasukkan  putranya tersebut ke sekolah musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal.

Selang beberapa waktu kemudian, di kota tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal. Karena ketenarannya, dalam waktu singkat tiket konser telah terjual habis. Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya.

Pada hari  pertunjukan, satu jam sebelum konser dimulai, kursi telah terisi penuh. Sang ayah duduk dan putranya tepat berada di sampingnya. Seperti layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak betah duduk diam terlalu lama, tanpa sepengetahuan ayahnya, ia menyelinap pergi. Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel, renungan, Renungan Kristen

BUNGKUS PALSU


Jessica  adalah anggota baru di sanggar tari. Wanita mungil itu
selalu terlihat lincah dan riang. Gayanya luwes. Senyumnya ramah.. Tidak banyak yang mengetahui usianya sudah berkepala tiga. Sepintas gayanya lebih mirip mahasiswi daripada seorang Ibu beranak satu.

Minggu lalu Jessica terlambat. Dia tidak ingin kejadian itu terulang lagi. Setelah sepeda motor bututnya diparkirkan, dengan langkah tergesa-gesa Jessica langsung menuju meja resepsionis. Masih seperti biasa, senyum lebar selalu menyungging di bibirnya. Lalu dia menyodorkan kartu keanggotaan untuk diabsensi.

Jessica baru menyadari air botol minum di kantong samping ranselnya kosong. Ternyata dia lupa mengisi ulang botol minumnya karena tergesa-gesa. Jessica mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan. Mencari air dispenser. Dalam benaknya, disanggar tari sebesar itu pasti ada air dispenser yang disediakan untuk para member. Dengan rasa sungkan dan ragu, Jessica bertanya kepada resepsionis apakah ia boleh meminta botol air minumnya diisi kembali. “Oh, boleh” jawab resepsionis.

Dipanggillah seorang pelayan dapurn “Maaf, mbak. Saya lupa mengisi air minum, boleh tolong diisikan ?” tanya Jessica.
Jessica lalu memberikan botol minum berukuran 500 cc itu kepada pelayan dapur. Pelayan dapur agak ragu menerima botol minum tersebut. Dengan gelisah ia masih berdiri di sana, seakan-akan menunggu persetujuan dari seseorang. Jessica sedikit heran. Keengganan itu terlihat begitu jelas.

Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel, renungan, Renungan Kristen, Tips

“BEJANA DARI TANAH LIAT”


Yeremia 18:1-23 Di dalam Kitab Yeremia ini ditulis mengenai penjunan atau tukang periuk yang sedang membuat periuk atau bejana dari tanah liat. Hal ini menggambarkan Tuhan sebagai penjunan yang akan membentuk hidup kita yang berasal dari tanah liat ini menjadi bejana yang berguna di dalam tanganNya.
II Kor 4:7 “Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, buka , dari diri kami. ”

Kita adalah bejana dari tanah liat. Di dalam membentuk atau menangani kita Tuhan tidak pernah menyerah. Pada saat dilihatNya hidup kita tidak tepat Ia selalu membentuknya menjadi sesuatu yang lain supaya dipakaiNya. Kita adalah bejana dari tanah liat dengan potensi tanpa batas.
Pada saat kita meleset Sang Penjunan akan memungut kita kembali dan membentuk seluruhnya lagi. Di dalam alam semesta ini ada bulan, bintang-bintang dan ada bumi. Bulan dan bintang-bintang itu indah di dalam pemandangan mata. Tetapi Tuhan mengambil tanah liat dari bumi untuk membentuk manusia. Lalu ke dalam bejana dari tanah liat itu Dia hembuskan nafasNya yang menghidupkan sehingga memiliki nyawa, memiliki jiwa dan roh.
Tuhan menaruhkan kekayaan dari kemuliaanNya. Continue reading

Leave a comment

Filed under renungan, Renungan Kristen

MENETAPKAN PRIORITAS YANG TEPAT


“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” Mazmur 90:12

Apakah yang dimaksud dengan “menghitung hari-hari”? Ijinkan saya menambahkan satu pertanyaan yang lain: Hal apakah dalam kehidupan anda yang anda rasa paling sulit untuk dikelola – bahkan anda sampai seringkali kekurangan hal itu? Banyak orang mungkin cenderung menjawab:Uang.

Tetapi menurut pengalaman saya ada hal lain yang jauh lebih sulit untuk diatur, dan saya lebih sering kekurangan hal tersebut daripada hal-hal yang lain. Itulah waktu! Bagi saya, waktu adalah unsur kehidupan yang paling sulit dikelola secara tepat. Oleh karena itu, cara kita memakai waktu merupakan ujian terberat dari disiplin pribadi dan kesungguhan komitmen Kristiani kita.

Sebab itu dengan sepenuh hati saya mengaminkan doa pemazmur ini: Ajarlah aku menghitung hari-hariku dengan baik. Dalam prakteknya hal ini berarti: Ajarlah aku menetapkan prioritasku dengan tepat. Ajarlah aku memberikan cukup waktu bagi perkara-perkara yang lebih penting. Hanya dengan cara demikianlah saya akan beroleh “hati yang bijaksana.”

Pada akhirnya, prioritas waktu yang kita tetapkan menunjukkan nilai-nilai yang mendasari kehidupan kita. Hal-hal yang kita beri prioritas rendah dengan sendirinya akan terhapus karena berada di baris yang paling bawah dalam daftar kita. Jika kita tidak memberikan prioritas yang tinggi kepada hal-hal yang benar-benar penting – seperti doa dan pembacaan Alkitab- seluruh kehidupan kita akan menjadi kacau. Lalu kita akan tergoda untuk selalu memberi dalih: “Saya tidak mempunyai cukup waktu.” Padahal sebenarnya kita harus mengatakan: “Saya tidak memakai waktu saya dengan benar.”

Sebelum terlambat, marilah berdoa bersama saya: “Ajar kami untuk menghitung hari-hari kami dengan benar.”

Leave a comment

Filed under artikel, renungan