Monthly Archives: August 2010

Penyebab Keputusasaan


I Tawarikh 28:20

Sekalipun kita mempelajari penyebab keputusasaan yang datang dari luar diri kita, seperti contohnya hubungan kita dengan orang lain, namun ada gangguan lebih nyata lainnya yang dapat mengejutkan kita. Karena itu, mari kita melihat beberapa hal rohani yang menyebabkan keputusasaan.

  1. Setan: penghasut utama. Tujuan si musuh adalah untuk membuat kita kehilanganharapan, berpikir bahwa diri kita tidak berharga dan hanya berfokus pada hal-hal yang negatif.
  2. Kelemahan kita yang dijadikan tempat berpijak oleh Setan – seperti kebiasaan buruk yangtidak bisa hilang. Hal ini bisa membuat kita putus asa sebab kita merasa bahwa kita tidakbisa lepas dari cengkraman Iblis, apapun yang kita perbuat Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel, Renungan Persahabatan

Akibat Berputus Asa


Yakobus 1:2-4

Keputus-asaan menjadi salah satu senjata Setan yang paling efektif; ia tahu bahwa jika ia dapat menghancurkan keberanian Anda, kita akan menjadi tidak efektif untuk menyelesaikan apapun bagi Kristus. Mari kita pelajari hal yang diakibatkan oleh kekuatan yang merusak ini.

Salah satu tanda keputus-asaan adalah pikiran yang terbagi-bagi. Gangguan mendasar ini berdampak pada setiap keputusan dan aspek kehidupan. Apapun yang Anda sedang lakukan, terasa seperti ada awan gelap yang menyelimuti kehidupan Anda Continue reading

Leave a comment

Filed under Renungan Kristen

Dua Macam Pendengar


Agar Roh Kudus melakukan karyaNya, kita harus benar-benar berusaha untuk mendengarkan Tuhan ketika Ia berbicara. Sebagai contoh, sangat mungkin untuk ”mendengarkan” setiap kata dalam suatu khotbah, tapi sebenarnya kita tidak mendengar satu kata pun. Sungguh disayangkan, karena ada beberapa jemaat yang seperti demikian dalam setiap gereja! Jasmani mereka memang duduk di bangku jemaat, tapi pikiran mereka ada di tempat lain. Bahkan, ada dua macam pendengar di setiap gereja di seluruh dunia:

Pasif dan Agresif.

Pendengar pasif adalah orang yang menghadiri kebaktian – bahkan mungkin setiap minggu tapi hanya duduk di bangku gereja dan membiarkan pikirannya mengembara kemana-mana. Ia melihat orang yang datang, memperhatikan bagaimana mereka berpakaian dan berperilaku, berbincang-bincang dengan teman-teman di gereja dan kemudian makan siang bersama mereka. Ia tidak pergi ke gereja untuk mendengar Tuhan berbicara. Ia ada di sana karena kebiasaan, atau karena pergi ke gereja membuat dirinya merasa lebih baik.

Sebaliknya,
pendengar yang agresif masuk ke gereja dengan perasaan tidak sabar untuk mendengarkan apa yang Tuhan katakan. Ia sudah mempersiapkan Alkitabnya, buku catatan dan pulpen di tangannya, siap untuk mendapatkan bagian terbaik dari pesan yang akan disampaikan. Ia mencatat sebisa mungkin apa yang ia dengarkan, berusaha keras untuk tidak ketinggalan satu pun hal yang penting. Setelah mendengar khotbah, ia bertanya pada dirinya sendiri, ”Bagaimana menerapkannya dalam kehidupan saya?”

Tuhan berkomunikasi dengan berbagai cara, dan ketika Ia berbicara, kita harus selalu mendengarkanNya dengan agresif! Jika pikiran Anda kemana-mana saat pada penyembahan, mungkin Anda sedang datang kepada Tuhan dengan pasif. Mintalah Tuhan untuk memfokuskan kembali pikiran Anda, dan putuskanlah untuk menjadi pendengar yang agresif mulai dari sekarang.

GBU

disadur dari renungan harian Sentuhan hati

Leave a comment

Filed under artikel, Renungan Kristen

A Bowl of Soup


My family is an ordinary family
My dad works in a developer company
My mom is a housewife
I am fortunate enough to be able to study overseas for the last couple of years

But with my school fees and living cost to pay,
They somehow have to make ends-meet
Sometimes we wonder whether we can make it through…

But every time I come home on holidays,
My parents always spare their money to buy expensive traditional herbs
My mom will cherish every grain, every rootlet and every leaf
It will take one whole day to cook a bowl of the herbal soup Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel

kebenaran tentang KEMARAHAN


Kemarahan adalah emosi yang kuat. Perasaan tidak senang atau kejengkelan mendalam yang disebabkan oleh suatu ancaman, ketidakadilan atau hinaan, baik yang dialami secara nyata maupun tidak. Allah telah menciptakan setiap kita dengan kemampuan untuk menjadi marah. Yesus marah ketika melihat bait Allah sudah dijadikan tempat berjual beli, dan Dia tidak ragu untuk mengungkapkan ketidaksenangannya. Sesungguhnya, ungkapan kemarahan yang kudus itu justru dibenarkan (Matius 21:12). Ada perbedaan antara kemarahan semacam ini dengan kemarahan yang tertuju kepada orang lain.

Kain membunuh adiknya karena marah dan iri hati (Kejadian 4:6). Yunus marah ketika Allah menyuruhnya menyampaikan berita pertobatan kepada musuh bangsa Israel. Ketika kemudian ia taat, dan orang-orang Niniwe berbalik kepada Allah, hati Yunus semakin panas. Pandangannya tidak terarah kepada kehendak Allah, melainkan kepada hasrat dan prasangkanya sendiri. Ia dipenuhi kepahitan (Yunus 4:1-9), dan yang menyedihkan, itulah gambaran akhir yang kita dapati tentang dirinya: orang yang penuh kebencian dan kekecewaan.

”Saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;  sebab kemarahan manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah” (ayat 19-20).

Di mata Allah, seseorang  tidak diukur dari prestasi-prestasinya, tetapi dari karakternya, imannya kepada Kristus dan kemampuan melepaskan diri dari hal-hal yang menghalanginya menjadi yang terbaik. Kemarahan adalah emosi yang dapat menghasilka kehancuran, memisahkan kita dari persekutuan dengan Allah (seperti yang terjadi pada Yunus), atau orang-orang yang kita kasihi (seperti yang terjadi pada Kain). Kemarahan juga menghalangi kita untuk mencapai tujuan, seperti yang akan kita lihat pada Musa.

Konsekuensi kemarahan

Di dalam Bilangan 20, kita membaca bagaimana pemimpin Ibrani itu kehabisan kesabarannya. Hal seperti ini sering  terjadi ketika kemarahan muncul ketika kita merasa lelah, frustrasi, atau bergumul dengan perasaan tidak aman. Bangsa Israel sebenarnya sudah sering mengeluh secara terbuka tentang keadaan mereka yang tidak menyenangkan. Tetapi, entah kenapa, sungut-sungut mereka saat itu langsung menyulut kemarahan Musa. Musa pun meletuskan serangkaian reaksi emosional yang tidak dapat ditarik kembali. Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel, Renungan Kristen, Tips

20 Berkat


1. mengapa saya berkata “Saya tidak bisa” jika Alkitab mengatakan bahwa saya bisa melakukan segala sesuatu di dalam Dia yang memberi kekuatan kepada saya (Fil 4:13)?

2. Mengapa saya merasa kurang jika saya tahu bahwa Allah akan memenuhi segala keperluan saya menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus (Fil 4:19)?

3. Mengapa saya harus merasa takut jika Alkitab berkata bahwa Tuhan tidak memberi saya roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, ketertiban (2 Tim 1:7)?

4. Mengapa saya harus merasa kurang iman jika saya tahu bahwa Allah telah mengaruniakan kepada saya ukuran iman tertentu (Rom 12:3)?

5. Mengapa saya menjadi lemah jika Alkitab berkata bahwa Allah adalah terang dan keselamatan saya dan bahwa saya akan tetap kuat dan akan bertindak (Maz 27:1, Dan 11:32)? Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel, Renungan Kristen

10 tips bekerja


pengarang : John Daniel

Kamu adalah garam dunia, Kamu adalah terang dunia. Matius 5 : 13-14

Prinsip diatas adalah prinsip kerja yang sifatnya WAJIB ! yaitu sebagai TELADAN ! Entah kalian bekerja sebagai karyawan, buruh, atau apapun juga, simaklah beberapa tips dalam bekerja yang diajarkan konsultan & penasehat pribadi saya, Roh Kudus;

1. Cintai Tuhanmu jika ingin berhasil! jangan uang / penghasilan yang kau cintai !

Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Pengkotbah 5:10 Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel, Tips