Monthly Archives: November 2010

Biola


Kisah Biola dan Segala Sesuatu Yang Tak Dapat Diubah

Niccolo Paganini, seorang pemain biola yang terkenal di abad 19, memainkan konser untuk para pemujanya yang memenuhi ruangan. Dia bermain biola dengan diiringi orkestra penuh. Continue reading

Advertisements

Leave a comment

Filed under artikel, Renungan Kristen

Air Mendidih


Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api. Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya. Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel, Renungan Kristen

Batu Kecil & Mutiara


Pada suatu ketika, hiduplah seorang pedagang batu-batuan. Setiap hari dia berjalan dari kota ke kota untuk memperdagangkan barang-barangnya itu. Ketika dia sedang berjalan menuju ke suatu kota, ada suatu batu kecil di pinggir jalan yang menarik hatinya. Batu itu tidak bagus, kasar, dan tidak mungkin untuk dijual. Namun pedagang itu memungutnya dan menyimpannya dalam sebuah kantong, dan kemudian pedagang itu meneruskan perjalanan nya.

Setelah lama berjalan, lelahlah pedagang itu, kemudian dia beristirahat sejenak. Selama dia beristirahat, dia membuka kembali bungkusan yang berisi batu itu. Diperhatikannya batu itu dengan seksama, kemudian batu itu digosoknya dengan hati-hati. Karena kesabaran pedagang itu, batu yang semula buruk itu, sekarang terlihat indah dan mengkilap. Puaslah hati pedagang itu, kemudian dia meneruskan perjalanannya. Continue reading

Leave a comment

Filed under Renungan Kristen

Important “Things To Try Before You Die”


Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.” Mazmur 27:4

Beberapa majalah, website dan media elektronik menampilkan topik seperti di atas, ataupun hal-hal yang serupa, dan memberikan ide-ide yang patut dicoba dan tempat-tempat menarik yang perlu dikunjungi selama hidup Anda masih hidup. Banyak sekali aktivitas-aktivitas yang menantang, menaikkan adrenalin Anda dan pengalaman yang tidak akan terlupakan yang menarik untuk dicoba. Tempat-tempat yang luar biasa dianjurkan bagi Anda untuk dikunjungi.

Kita bisa menikmati begitu luar biasanya dunia ini beserta kekayaan alam yang ada. Anda dapat menikmati pantai yang luar biasa indahnya dengan air laut yang begitu jernih. Anda dapat mengunjungi tempat-tempat yang masih natural dengan binatang-binatang liar yang begitu beragam. Anda dapat terjun bebas dari tempat yang begitu tinggi. Anda dapat mendaki gunung yang tertinggi. Bahkan hal-hal yang tidak pernah terpikirkan oleh kita, bisa Anda lakukan.
Disamping tempat-tempat dan aktivitas yang ditawarkan, ada satu hal yang paling utama yang patut Anda lakukan selama Anda masih hidup.
Apakah hal yang paling utama, yang patut dilakukan selama kita hidup? Continue reading

Leave a comment

Filed under Renungan Kristen

Terjebak Kesombongan


Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya (Markus 6:26).

Ada tiga hal tidak terpuji yang telah dilakukan oleh Raja Herodes. Pertama, ia telah menggunakan kekuasaannya secara sewenang-wenang, sehingga memenjarakan Yohanes Pembaptis yang berani mengkritik pernikahannya yang tidak dapat dibenarkan secara moral dan agama dengan Herodias. Kedua, oleh kesombongannya, Herodes merasa dapat berbuat apa pun yang dikehendakinya, sehingga berani menantang Salome, putri Herodias, untuk memenuhi apa pun yang dimintanya. Ketiga, demi kepentingan dirinya sendiri, khususnya rasa gengsi atau tidak mau menangggung malu, Herodes telah membungkam dan meninggalkan hati nuraninya, sehingga mengabulkan permintaan Salome yang tidak benar, dengan akibat tega melakukan ketidakadilan dan kekejaman yang luar biasa, yaitu mengizinkan pemenggalan kepala Yohanes.

Ketiga perbuatan tidak terpuji dari Herodes itu, yang pada hakikatnya bersumber dari kesombongan atau kecongkakan pribadi, perlu kita jadikan bahan pelajaran guna mawas diri. Sebab, meskipun bentuk dan intensitasnya berbeda, namun ketiga hal tersebut ternyata sering juga kita lakukan. Misalnya, karena merasa kekuasaan atau harga diri kita diremehkan, kita menjadi marah ketika ada orang yang mengkritik kita atau menegur kesalahan kita. Demikian juga oleh kesombongan, kita sering menjadi malu berubah pendapat dan sikap, sehingga terjebak melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak patut dan tidak boleh kita lakukan. Akhirnya, demi kepentingan diri sendiri, kita sering juga memilih membungkam hati nurani kita, sehingga kita melakukan ketidakjujuran, kebencian dan ketidakpedulian terhadap sesama, dan sebagainya.

Oleh sebab itu kita perlu selalu ingat akan nasehat Petrus dalam 1 Petrus 5:5 yang berbunyi, “Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” —Pdt. Em. Sutarno

Harga diri yang berlebihan  membawa orang ke kesombongan, yang

pada gilirannya membuahkan perbuatan tak terpuji.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Hal Mengampuni


“Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”
Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” Matius 18:21-22

Hal mengampuni merupakan hal yang paling sulit untuk dilakukan oleh hampir semua orang, terutama jika orang yang menyakiti adalah orang terdekat atau orang yang disayangi. Tidak mudah untuk mengampuni kemudian memberi kesempatan yang kedua bagi orang yang sudah menyakiti bahkan menghianati kita. Bahkan rasa sakit hati ini dapat berlangsung hingga bertahun-tahun tanpa ada solusi. Kalaupun ada yang bisa mengampuni, kejadian tersebut akan sangat membekas dalam hati.

Firman Tuhan mengajar kita untuk mengampuni orang yang berbuat salah kepada kita, tidak hanya satu kali saja, bahkan berkali-kali. Ini berarti bahwa pengampunan yang kita berikan adalah pengampunan yang tiada batasnya. Tidak peduli betapa dalam luka hati yang diakibatkan, tugas kita adalah mengampuni orang tersebut.

Mengapa kita harus mengampuni orang yang bersalah kepada kita? Karena Yesus sendiri telah mati di atas kayu salib untuk menebus dosa kita. Continue reading

Leave a comment

Filed under Renungan Kristen