“BEJANA DARI TANAH LIAT”


Yeremia 18:1-23 Di dalam Kitab Yeremia ini ditulis mengenai penjunan atau tukang periuk yang sedang membuat periuk atau bejana dari tanah liat. Hal ini menggambarkan Tuhan sebagai penjunan yang akan membentuk hidup kita yang berasal dari tanah liat ini menjadi bejana yang berguna di dalam tanganNya.
II Kor 4:7 “Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, buka , dari diri kami. ”

Kita adalah bejana dari tanah liat. Di dalam membentuk atau menangani kita Tuhan tidak pernah menyerah. Pada saat dilihatNya hidup kita tidak tepat Ia selalu membentuknya menjadi sesuatu yang lain supaya dipakaiNya. Kita adalah bejana dari tanah liat dengan potensi tanpa batas.
Pada saat kita meleset Sang Penjunan akan memungut kita kembali dan membentuk seluruhnya lagi. Di dalam alam semesta ini ada bulan, bintang-bintang dan ada bumi. Bulan dan bintang-bintang itu indah di dalam pemandangan mata. Tetapi Tuhan mengambil tanah liat dari bumi untuk membentuk manusia. Lalu ke dalam bejana dari tanah liat itu Dia hembuskan nafasNya yang menghidupkan sehingga memiliki nyawa, memiliki jiwa dan roh.
Tuhan menaruhkan kekayaan dari kemuliaanNya.

II Kor 4:3 “Jika Injil yang kami beritakan masih fertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa. ”

Apakah kekayaan kemuliaanNya?
Kekayaan kemuliaanNya adalah Injil Yesus Kristus. Allah tidak pernah menyerah atau berputus asa terhadap kita. Kita melihat Abram. Dahulu dia seorang kafir.
Yos 24:2 “Berkatalah Yosua kepada seluruh bangsa itu: “Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Dahulu kala di seberang sungai Efrat, di situlah diam nenek moyangmu, yakni Terah, ayah Abraham dan ayah Nahor, dan mereka beribadah kepada allah lain.”

Abraham dan nenek moyangnya dahulu menyembah allah lain. Tetapi Allah melihat dia adalah bejana tanah liat yang akan bisa dipakai Nya. Demikian juga dengan kita. Baik latar belakang kita atau keberadaan kita sendiri tidak pernah terlalu bagus, tetapi Allah dapat membuat kita menjadi baru sama sekali. Dia dapat membentuk kita ulang seluruhnya.

Kita melihat lagi Musa
Dia adalah anak seorang lbrani yang dibuang ke sungai Nil. Dia dipungut anak oleh Putri Firaun. Dia menjadi Pangeran Mesi~, satu kerajaan yang tidak mengenal Allah Abraham. Dia pernah menjadi seorang pembunuh. Dia menyembunyikan mayat orang tersebut di dalam pasir. Dia melarikan diri di Midian. Dia menjadi gembala domba mertuanya yang sedikit jumlahnya; Tetapi Allah membentuknya kembali
menjadi alat yang berguna di tangan Tuhan. Demikian pula dengan kita,Tuhan dapat membentuk kita kembali menjadi bejana yang sangat indah di tanganNya walau kita sudah jatuh terpuruk paling rendah sekalipun .

Kita akan melihat lagi Daud.
Daud kita kenal kepahlawanannya. Dia adalah gembala yang pernah membunuh singa dan beruang dengan tangan telanjang.
Bahklan sebelum menjadi prajurit sekalipun, dia sudah pernah membunuh Goliat, raksasa pendekar Filistin. Tetapi di dalam masa jabatannya yang tinggi sebagai raja, dia berubah menjadi pembunuh Uria prajuritnya dan mengambil ABetsyeba isteri uria menjadi isterinya. Ini kejatuhan yang sngat fatal. Tetapi Tuhan tidak putus asa mengenai Daud. Dia membentuk Daud kembali sehingga dia dapat mengarang Mazmur yang sangat memberkati pembaca-pembacanya. Mengapa demikian? Karena dia mau bertobat dalam pembentukan Tuhan. Demikian juga kita perlu kerendahan hati dan pertobatan agar Tuhan dapat membentuk kita kembali dari kejatuhan-kejatuhan kita menjadi alat yang indah di tanganNya.

Kita akan melihat Saulus dari Tarsus.
Bukankah dia seorang pembunuh. Dia adalah pembunuh berdarah dingin yang mengejar orang-orang tidak berdosa dan membunuh mereka karena semangat agamawi yang salah. Tetapi Tuhan melihat dia sebagai bejana yang penuh potensi. Tuhan Yesus khusus menjumpainya dalam perjalanan ke Damsyik.

Kis. 9 : 4 “ Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya :” Saulus, saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?”

Berat sekali kalau kita menendang Yesus batu karang yang hidup. Tetapi pembunuh berdarah dingin ini dibentuk kembali olehTuhan menjadi seorang Rasul Paulus, pahlawan Tuhan yang perkasa Tuhan sanggup mengambilmu, memegangmu dan membentukmu ulang kembali.

Kita akan melihat Petrus yang menyangkal Yesus.
Baru saja dia mengaku bahwa Yesus adalah Kristus Anak Allah yang hidup. Tetapi tidak lama kemudian imannya goncang dan dia menyangkal Yesus bahkan sampai tiga kali. Tetapi tatkala sadar dia menangis. Tuhan membentuknya kembali menjadi bejana yang sangat berguna di tangan Tuhan. Dia menjadi penuai jiwa- jiwa yang pelayanannya disertai dengan tanda heran dan mujizat dan menjadi orang yang tidak takut menjadi martir.

Tetapi mengapa Tuhan tidak membuat Yudas menjadi bejana yang baru?
Sebab Yudas tidak membuka diri bagi pengampunan. Yudas menggantung diri. Janganlah anda mengeraskan hati terhadap pembentukanNya. Apabila penjunan itu sudah membentuk anda kembali Iblis tidak bisa menuntut anda kembali. Itulah sebabnya teruslah menyerahkan dirimu kepada Tuhan di dalam kegagalan-kegagalnan. Jangan berputus asa.

Kis.9:15 “Tetapi firman Tuhan kepadanya :” Pergilah, sebab oarng ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.”

Engkau adalah bejana yang terpilih untuk dipakai di tangan Tuhan.
Engkau adalah terang di dalam kegelapan.Kita semua mempunyai satu destiny yaitu menjadi bejana yang terbuat dari tanah liat didalam tangan Tuhan. Didalam kegagalan-kegagalan kita Tuhan akan membentuk kita ulang menjadi keajaiban dan kesaksian. Kita adalah generasi yang dipilih. Kita adalah pasukan Tuhan yang perkasa.Semua kita memiliki potensi yang dikaruniakan Tuhan. Kita semua masih harus belajar.
Apa yang harus kita pelajari:
1. Kita harus percaya terhadap potensi dalam diri kita.
kamu tidak pernah terlalu tua untuk melakukan sesuatua.Mungkin yang terakhir yang kamu lakukan dalam garis finish kehidupanmu adalah yang terpenting.

Kej 50:24-26 “Berkatalah Yusuf kepada saudara-saudaranya: “Tidak lama lagi aku akan mati; tentu Allah akan memperhatikan kamu dan membawa kamu keluar dari negeri ini, ke negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub.” Lalu Yusuf menyuruh anak-anak Israel bersumpah, katanya: “Tentu Allah akan memperhatikan kamu; pada waktu itu kamu harus membawa tulang-tulangku dari sini.” Kemudian matilah Yusuf, berumur,seratus sepuluh tahun. Mayatnya dirempah-rempahi, dan ditaruh dalam peti mati di Mesir.”

2. Menyerahlah kepada tangan penjunan. Jangan berdebat atau membantah.
Seorang budak kecil yang dibawa sebagai tawanan sudah menjadi bejana yang indah di tangan Tuhan untuk bersaksi kepada seorang jenderal yang kusta yaitu Naaman sehingga jenderal ini disembuhkan.
Di dalam setiap sistem dunia yang berlaku Tuhan mau menaruh umatNya sebagai bejana yang akan membawa terang di sana.

3. Milikilah hati sebagai seorang hamba.
Orang yang berhati hamba selalu siap untuk menjalankan perintah tuannya. Seorang berhati hamba rendah hati. Jauhkan segala kesombongan dalam bentuk kecil apapun juga. Pada saat hamba melakukan perintah tuannya dia tidak perlu kuatir karena tuannya akan memperlengkapinya.

4. Jadilah ambassador pendamaian.
Jangan pernah katakan pada seseorang “Ke neraka kau”. Kita sudah melihat kemarahan, kegeraman, pertikaian di mana-mana. Tetapi bejana di tangan Tuhan menciptakan damai di mana-mana.

5. Temukan atau ciptakan atmosfer yang benar.
Kapan ada jaminan atmosfer yang benar? Yaitu pada waktu Roh Kudus ditiupkan ke dalam bejana tanah liat ini. Tanpa Roh Kudus tidak ada sesuatupun yang bisa kita lakukan.

Kata-Kata Mutiara

  • Apabila engkau mengenalNya maka engkau akan mengasihiNya
  • Kita dipersatukan dengan Tuhan untuk satu tujuan yaitu menjadikan bejana yang murni di dalam tanganNya.
  • Suami dan isteri adalah sahabat karib yang saling menolong sepanjang hidupnya.
Advertisements

Leave a comment

Filed under renungan, Renungan Kristen

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s