Category Archives: Tips

BUNGKUS PALSU


Jessica  adalah anggota baru di sanggar tari. Wanita mungil itu
selalu terlihat lincah dan riang. Gayanya luwes. Senyumnya ramah.. Tidak banyak yang mengetahui usianya sudah berkepala tiga. Sepintas gayanya lebih mirip mahasiswi daripada seorang Ibu beranak satu.

Minggu lalu Jessica terlambat. Dia tidak ingin kejadian itu terulang lagi. Setelah sepeda motor bututnya diparkirkan, dengan langkah tergesa-gesa Jessica langsung menuju meja resepsionis. Masih seperti biasa, senyum lebar selalu menyungging di bibirnya. Lalu dia menyodorkan kartu keanggotaan untuk diabsensi.

Jessica baru menyadari air botol minum di kantong samping ranselnya kosong. Ternyata dia lupa mengisi ulang botol minumnya karena tergesa-gesa. Jessica mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan. Mencari air dispenser. Dalam benaknya, disanggar tari sebesar itu pasti ada air dispenser yang disediakan untuk para member. Dengan rasa sungkan dan ragu, Jessica bertanya kepada resepsionis apakah ia boleh meminta botol air minumnya diisi kembali. “Oh, boleh” jawab resepsionis.

Dipanggillah seorang pelayan dapurn “Maaf, mbak. Saya lupa mengisi air minum, boleh tolong diisikan ?” tanya Jessica.
Jessica lalu memberikan botol minum berukuran 500 cc itu kepada pelayan dapur. Pelayan dapur agak ragu menerima botol minum tersebut. Dengan gelisah ia masih berdiri di sana, seakan-akan menunggu persetujuan dari seseorang. Jessica sedikit heran. Keengganan itu terlihat begitu jelas.

Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel, renungan, Renungan Kristen, Tips

Sebelum Marah


Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh,tetapi orang yang bijaksana, bersabar. Amsal 14:17.

 

 

Sebelum marah pikirkan baik-baik.
Apakah kita marah untuk sesuatu yang tepat? Kepada orang yang tepat? Pada saat yang tepat? Dengan cara yang tepat?
Jangan kemarahan membutakan akal sehat.
Jangan kemarahan mematikan nurani.
Jangan kemarahan menyingkirkan kasih.
Sebab salah-salah kita malah bikin celaka; celaka orang lain, celaka diri sendiri.

Leave a comment

Filed under renungan, Renungan Kristen, Tips

Menghadapi Long-Distance Relationship


Hubungan jarak jauh* (long distance relationship) merupakan momok yang cukup menakutkan bagi pasangan. Tiga orang peneliti (Lydon, Tamarha, dan O’Regan, 1997) pernah meneliti masalah ini. Hasilnya, dari 55 hubungan jarak jauh yang terjadi karena partisipan masuk ke universitas, 75 persennya kandas di tahun pertama dengan “pemutusan jarak jauh”.

Penyebab utama berakhirnya hubungan yang dijalankan dari jarak jauh cukup menyayat hati, yaitu, pupusnya rasa cinta sedikit demi sedikit. Faktor yang mendorong hal ini adalah menurunnya kepuasan terhadap hubungan salah satu faktor yang menyebabkan rasa suka, yaitu kedekatan jarak (proximity) tidak terpenuhi. Kurangnya waktu bertemu dengan pasangan membuat emosi yang dirasakan kepada pasangan semakin berkurang.

Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel, Tips

Apakah Dia untukku?


Memilih pasangan hidup memang harus hati-hati. Bibit bobot bebet bukan hanya sekadar nasihat tidak penting dari orangtua. Itu benar-benar sesuatu yang harus dipertimbangkan. Tapi ada beberapa hal sederhana yang bisa membantu anda dalam pendekatan awal untuk bisa mempertimbangkan apakah orang ini layak diperjuangkan untuk menjadi kandidat pasangan anda ke depan nanti.
1. Bagaimana reputasinya? Tidak selamanya mimpi untuk mengubah seorang yang liar menjadi orang yang baik hati itu bisa menjadi kenyataan. Karena itu jika reputasi orang yang anda sukai itu sangat buruk di luar sana, anda sebaiknya berhati-hati dan berpikir dua kali. Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel, Love Articel, renungan, Renungan Kristen, Tips

pdkT = (P)astikan (d)ia (K)ehendak (T)uhan


Yeremia 29:11

“sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan padamu hari depan

yang penuh harapan.”

Ya, Allah mengetahui rancangan yang baik untuk hidup kita karena Dialah yang merancangnya. Dan rancangan yang paling penting dalam hidup kita adalah rancangan teman hidup, yaitu yang akan menemani kita menghabiskan hidup kita didunia ini.  Jangan jadi orang yang posesif, yang mengharapkan terus seseorang yang sebenarnya tidak mungkin, misalnya dia sudah punya teman hidup, atau dia tidak satu kepercayaan dengan kita.

Mencari pasangan hidup adalah suatu proses, bukan sesuatu yang instan…
tahapan-tahapan dalam proses itu antara lain:

  • Doakan

Segala sesuatu dalam hidup kita harus dimulai dengan doa, terlebih lagi masalah teman hidup. Anehnya, ada orang yang malu atau tidak mau mendoakan masalah ini. Padahal, hal-hal lain seperti ujian, mencari pekerjaan, mereka berdoa dengan sungguh-sungguh.Di negara kita, wanita memang agak ditabukan bila terlalu agresif dan terlalu berinisiatif. Tapi tidak salah mendoakannya secara serius, bukan? Continue reading

Leave a comment

Filed under Love Articel, renungan, Renungan Kristen, Tips

4 Rules for Influence People


1. Sudut pandang, membuat anda tidak nyambung karena melihat masalah dan solusi dengan cara berbeda atau = persepsi yang berbeda.

Agar Anda bisa melihat cara pandang orang lain :
– Anda harus siap mendengar
– Menghargai orang lain
– Tidak merasa diri paling benar, dan
– Tidak merasa dipojokkan karena argumen anda tidak setujui

2. Mengenali perasaan orang
Perasaan seseorang pada saat itu sangat mempengaruhi :
a.Daya tangkap komunikasi anda
b.Konteks pembicaraan yang anda inginkan
c.Penekanan kata/kalimat yang anda bicarakan

Oleh karena itu anda perlu :
1.Kapan harus berbicara yang tepat
2.Tidak tersinggung dg respon dia yg tdk anda harapkan
3.Perlu confirm ulang atas pernyataan/jawaban dia

3.Mengenali kepribadian
Ada 4 gaya sosial :
1. Gaya sosial analitis; lambat, berpikir dan lihat fakta, bekerja dengan hati-hati.
2. Gaya sosial pendorong; gesit, orientasi tindakan dan tujuan, suka bergerak sendiri
3. Gaya sosial ramah; tidak buru-buru, orientasi hubungan dan perdamaian, minim mau berubah
4. Gaya sosial ekspresif; cepat sekali, orientasi intuisi dan keterlibatan, bekerja dengan cepat secara tim

4.Win win solution atau konsensus, mundur satu langkah agar anda dan dia sama-sama tidak dirugikan.
Anda perlu :
a. Sadarilah solusi terbaik kalau semua pihak tdk dirugikan
b. Berbagilah kebahagiaan dengan orang lain
c. Bijaksana, dari pada anda rugi atau belum tentu menang, lebih baik sama-sama untung
d. Berjiwa besar, inisiatif konsensi dari anda

Leave a comment

Filed under artikel, Tips

kebenaran tentang KEMARAHAN


Kemarahan adalah emosi yang kuat. Perasaan tidak senang atau kejengkelan mendalam yang disebabkan oleh suatu ancaman, ketidakadilan atau hinaan, baik yang dialami secara nyata maupun tidak. Allah telah menciptakan setiap kita dengan kemampuan untuk menjadi marah. Yesus marah ketika melihat bait Allah sudah dijadikan tempat berjual beli, dan Dia tidak ragu untuk mengungkapkan ketidaksenangannya. Sesungguhnya, ungkapan kemarahan yang kudus itu justru dibenarkan (Matius 21:12). Ada perbedaan antara kemarahan semacam ini dengan kemarahan yang tertuju kepada orang lain.

Kain membunuh adiknya karena marah dan iri hati (Kejadian 4:6). Yunus marah ketika Allah menyuruhnya menyampaikan berita pertobatan kepada musuh bangsa Israel. Ketika kemudian ia taat, dan orang-orang Niniwe berbalik kepada Allah, hati Yunus semakin panas. Pandangannya tidak terarah kepada kehendak Allah, melainkan kepada hasrat dan prasangkanya sendiri. Ia dipenuhi kepahitan (Yunus 4:1-9), dan yang menyedihkan, itulah gambaran akhir yang kita dapati tentang dirinya: orang yang penuh kebencian dan kekecewaan.

”Saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;  sebab kemarahan manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah” (ayat 19-20).

Di mata Allah, seseorang  tidak diukur dari prestasi-prestasinya, tetapi dari karakternya, imannya kepada Kristus dan kemampuan melepaskan diri dari hal-hal yang menghalanginya menjadi yang terbaik. Kemarahan adalah emosi yang dapat menghasilka kehancuran, memisahkan kita dari persekutuan dengan Allah (seperti yang terjadi pada Yunus), atau orang-orang yang kita kasihi (seperti yang terjadi pada Kain). Kemarahan juga menghalangi kita untuk mencapai tujuan, seperti yang akan kita lihat pada Musa.

Konsekuensi kemarahan

Di dalam Bilangan 20, kita membaca bagaimana pemimpin Ibrani itu kehabisan kesabarannya. Hal seperti ini sering  terjadi ketika kemarahan muncul ketika kita merasa lelah, frustrasi, atau bergumul dengan perasaan tidak aman. Bangsa Israel sebenarnya sudah sering mengeluh secara terbuka tentang keadaan mereka yang tidak menyenangkan. Tetapi, entah kenapa, sungut-sungut mereka saat itu langsung menyulut kemarahan Musa. Musa pun meletuskan serangkaian reaksi emosional yang tidak dapat ditarik kembali. Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel, Renungan Kristen, Tips