Orang Sombong dan Deodoran


Penyakit sombong itu seperti bau badan.

Orang yang punya bau badan (BB) seringkali tidak sadar kalau dirinya punya BB. Dia bisa tenang-tenang saja, sementara orang-orang di sekitarnya kena baunya. Tentunya sangat tidak enak dekat orang BB. Tapi kita ‘kan tidak mungkin berhenti bernapas. Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel, renungan, Renungan Kristen

Hidup = Uap Mie Pangsit


Saya merasa hidup karena saya bisa melihat dengan kedua bola mata, menggerakkan anggota badan dengan otot-otot, mengatur udara yang masuk ke paru-paru, menggunakan seluruh panca indera saya.

Tetapi saya ingat, Yakobus menulis di suratnya, “Apa arti hidupmu? Hidupmu itu seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.” – Yakobus 4:14 Continue reading

Leave a comment

Filed under renungan, Renungan Kristen

Sebelum Marah


Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh,tetapi orang yang bijaksana, bersabar. Amsal 14:17.

 

 

Sebelum marah pikirkan baik-baik.
Apakah kita marah untuk sesuatu yang tepat? Kepada orang yang tepat? Pada saat yang tepat? Dengan cara yang tepat?
Jangan kemarahan membutakan akal sehat.
Jangan kemarahan mematikan nurani.
Jangan kemarahan menyingkirkan kasih.
Sebab salah-salah kita malah bikin celaka; celaka orang lain, celaka diri sendiri.

Leave a comment

Filed under renungan, Renungan Kristen, Tips

Pengorbanan Bapa


Seperti biasanya setelah beberapa nyanyian pujian pada Kebaktian Minggu petang, Pendeta gereja itu per-lahan-lahan berdiri dan berjalan menuju mimbar. Namun kali ini sebelum ia memulai kotbahnya, secara singkat ia memperkenalkan seorang Pendeta tamu yang hadir pada Kebaktian petang itu.

Dalam ucapan perkenalan itu si Pendeta menyebutkan bahwa Pendeta tamu tersebut adalah teman karibnya sewaktu ia masih kanak-kanan dan ia meminta kepadanya untuk memperkenalkan dirinya kepada. Jemaat dan berbagi sedikit pengalaman yang mungkin bermanfaat untuk disampaikan dalam Kebaktian petang itu. Kemudian Pendeta tua itu mengayunkan langkahnya menuju keatas mimbar dan mulai berbicara. Continue reading

Leave a comment

Filed under renungan, Renungan Kristen

Kisah 1000 Hari Sabtu


Makin tua, aku makin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena adanya keheningan sunyi senyap sebab aku yang pertama bangun pagi, atau mungkin juga karena tak terkira gembiraku sebab tak usah masuk kerja. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan.

Beberapa waktu yang lalu, aku agak memaksa diriku ke dapur dengan membawa secangkir kopi hangat di satu tangan dan koran pagi itu di tangan lainnya. Apa yang biasa kulakukan di Sabtu pagi, berubah menjadi saat yang tak terlupakan dalam hidup ini. Begini kisahnya. Continue reading

Leave a comment

Filed under renungan, Renungan Kristen

Menghadapi Long-Distance Relationship


Hubungan jarak jauh* (long distance relationship) merupakan momok yang cukup menakutkan bagi pasangan. Tiga orang peneliti (Lydon, Tamarha, dan O’Regan, 1997) pernah meneliti masalah ini. Hasilnya, dari 55 hubungan jarak jauh yang terjadi karena partisipan masuk ke universitas, 75 persennya kandas di tahun pertama dengan “pemutusan jarak jauh”.

Penyebab utama berakhirnya hubungan yang dijalankan dari jarak jauh cukup menyayat hati, yaitu, pupusnya rasa cinta sedikit demi sedikit. Faktor yang mendorong hal ini adalah menurunnya kepuasan terhadap hubungan salah satu faktor yang menyebabkan rasa suka, yaitu kedekatan jarak (proximity) tidak terpenuhi. Kurangnya waktu bertemu dengan pasangan membuat emosi yang dirasakan kepada pasangan semakin berkurang.

Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel, Tips

One Paragraph That Explains Life!


Arthur Ashe, the legendary Wimbledon player was dying of AIDS which he got due to infected blood he received during a heart surgery in 1983.
From world over, he received letters from his fans, one of which conveyed:

Why does GOD have to select you for such a bad disease ?

To this Arthur Ashe replied: ” The world over – – – – – 50 million children start playing tennis, 5 million learn to play tennis, 500,000 learn professional tennis, 50,000 come to the circuit, 5000 reach the grand slam, 50 reach Wimbledon, 4 to semi final, 2 to the finals, when I  was holding a cup I never asked GOD  ‘ Why me ? ‘.
And today in pain I should not be asking GOD ‘ Why me ? ‘

” Happiness keeps you Sweet,   Trials  keep you Strong,   Sorrow keeps you Human,   Failure Keeps you humble and Success  keeps you glowing,   but only Faith & Attitude Keeps you going . . . . . . “



Leave a comment

Filed under renungan