Tag Archives: pengembangan diri

Konfrontasi


Amsal 15:31-32
Orang yang mengarahkan telinga kepada teguran yang membawa kepada kehidupan akan tinggal di tengah-tengah orang bijak. Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi.

Dalam berhubungan dengan sesama, kita sering kali tidak dapat luput dari konfrontasi. Konfrontasi atau menegur memang sulit dilakukan, sebab mengandung bahaya “kehilangan” hubungan tersebut. Oleh sebab itu, banyak orang lebih suka menghindari konfrontasi daripada melakukannya.

Bagaimana kita dapat memberikan teguran sehingga membangun dan menumbuhkan orang yang kita tegur? Kita perlu belajar untuk menyatakan perasan hati kita, bukan kemarahan kita. Teguran yang disampaikan dengan memaki-maki, menyerang dan menjatuhkan biasanya tidak akan efektif bagi kedua belah pihak. Orang yang dimaki-maki atau diserang tidak mungkin mau mendengar, apalagi berubah oleh teguran itu. Akibatnya besar kemungkinan hubungan itu menjadi terputus. Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel, renungan, Renungan Kristen, Renungan Persahabatan

Orang Sombong dan Deodoran


Penyakit sombong itu seperti bau badan.

Orang yang punya bau badan (BB) seringkali tidak sadar kalau dirinya punya BB. Dia bisa tenang-tenang saja, sementara orang-orang di sekitarnya kena baunya. Tentunya sangat tidak enak dekat orang BB. Tapi kita ‘kan tidak mungkin berhenti bernapas. Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel, renungan, Renungan Kristen

4 Rules for Influence People


1. Sudut pandang, membuat anda tidak nyambung karena melihat masalah dan solusi dengan cara berbeda atau = persepsi yang berbeda.

Agar Anda bisa melihat cara pandang orang lain :
– Anda harus siap mendengar
– Menghargai orang lain
– Tidak merasa diri paling benar, dan
– Tidak merasa dipojokkan karena argumen anda tidak setujui

2. Mengenali perasaan orang
Perasaan seseorang pada saat itu sangat mempengaruhi :
a.Daya tangkap komunikasi anda
b.Konteks pembicaraan yang anda inginkan
c.Penekanan kata/kalimat yang anda bicarakan

Oleh karena itu anda perlu :
1.Kapan harus berbicara yang tepat
2.Tidak tersinggung dg respon dia yg tdk anda harapkan
3.Perlu confirm ulang atas pernyataan/jawaban dia

3.Mengenali kepribadian
Ada 4 gaya sosial :
1. Gaya sosial analitis; lambat, berpikir dan lihat fakta, bekerja dengan hati-hati.
2. Gaya sosial pendorong; gesit, orientasi tindakan dan tujuan, suka bergerak sendiri
3. Gaya sosial ramah; tidak buru-buru, orientasi hubungan dan perdamaian, minim mau berubah
4. Gaya sosial ekspresif; cepat sekali, orientasi intuisi dan keterlibatan, bekerja dengan cepat secara tim

4.Win win solution atau konsensus, mundur satu langkah agar anda dan dia sama-sama tidak dirugikan.
Anda perlu :
a. Sadarilah solusi terbaik kalau semua pihak tdk dirugikan
b. Berbagilah kebahagiaan dengan orang lain
c. Bijaksana, dari pada anda rugi atau belum tentu menang, lebih baik sama-sama untung
d. Berjiwa besar, inisiatif konsensi dari anda

Leave a comment

Filed under artikel, Tips

Berencana Tanpa Kekuatiran


Berencana Tanpa Kekuatiran (Mat. 6:25-34)

Kata kuatir (merimna: kata benda) berhubungan dengan meriso, yang artinya menarik ke dalam berbagai arah yang membuat kita pecah. Ini disebabkan dnegan perhatian atau pun kekuatiran. Dengan kata lain, kehilangan fokus karena suatu hal. Karjanya: merimnal, menjadi resah akan sesuatu. Mengapa kita kuatir? Ayat 25, 31, 34 berbicara tentangan kekuatiran. Ada 3 kekuatiran dari dunia ini:
a. Makan
b. Minum
c. Apa yg Dipakai

Apa sebabnya kuatir? Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel, Renungan Kristen

Akibat Berputus Asa


Yakobus 1:2-4

Keputus-asaan menjadi salah satu senjata Setan yang paling efektif; ia tahu bahwa jika ia dapat menghancurkan keberanian Anda, kita akan menjadi tidak efektif untuk menyelesaikan apapun bagi Kristus. Mari kita pelajari hal yang diakibatkan oleh kekuatan yang merusak ini.

Salah satu tanda keputus-asaan adalah pikiran yang terbagi-bagi. Gangguan mendasar ini berdampak pada setiap keputusan dan aspek kehidupan. Apapun yang Anda sedang lakukan, terasa seperti ada awan gelap yang menyelimuti kehidupan Anda Continue reading

Leave a comment

Filed under Renungan Kristen

kebenaran tentang KEMARAHAN


Kemarahan adalah emosi yang kuat. Perasaan tidak senang atau kejengkelan mendalam yang disebabkan oleh suatu ancaman, ketidakadilan atau hinaan, baik yang dialami secara nyata maupun tidak. Allah telah menciptakan setiap kita dengan kemampuan untuk menjadi marah. Yesus marah ketika melihat bait Allah sudah dijadikan tempat berjual beli, dan Dia tidak ragu untuk mengungkapkan ketidaksenangannya. Sesungguhnya, ungkapan kemarahan yang kudus itu justru dibenarkan (Matius 21:12). Ada perbedaan antara kemarahan semacam ini dengan kemarahan yang tertuju kepada orang lain.

Kain membunuh adiknya karena marah dan iri hati (Kejadian 4:6). Yunus marah ketika Allah menyuruhnya menyampaikan berita pertobatan kepada musuh bangsa Israel. Ketika kemudian ia taat, dan orang-orang Niniwe berbalik kepada Allah, hati Yunus semakin panas. Pandangannya tidak terarah kepada kehendak Allah, melainkan kepada hasrat dan prasangkanya sendiri. Ia dipenuhi kepahitan (Yunus 4:1-9), dan yang menyedihkan, itulah gambaran akhir yang kita dapati tentang dirinya: orang yang penuh kebencian dan kekecewaan.

”Saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;  sebab kemarahan manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah” (ayat 19-20).

Di mata Allah, seseorang  tidak diukur dari prestasi-prestasinya, tetapi dari karakternya, imannya kepada Kristus dan kemampuan melepaskan diri dari hal-hal yang menghalanginya menjadi yang terbaik. Kemarahan adalah emosi yang dapat menghasilka kehancuran, memisahkan kita dari persekutuan dengan Allah (seperti yang terjadi pada Yunus), atau orang-orang yang kita kasihi (seperti yang terjadi pada Kain). Kemarahan juga menghalangi kita untuk mencapai tujuan, seperti yang akan kita lihat pada Musa.

Konsekuensi kemarahan

Di dalam Bilangan 20, kita membaca bagaimana pemimpin Ibrani itu kehabisan kesabarannya. Hal seperti ini sering  terjadi ketika kemarahan muncul ketika kita merasa lelah, frustrasi, atau bergumul dengan perasaan tidak aman. Bangsa Israel sebenarnya sudah sering mengeluh secara terbuka tentang keadaan mereka yang tidak menyenangkan. Tetapi, entah kenapa, sungut-sungut mereka saat itu langsung menyulut kemarahan Musa. Musa pun meletuskan serangkaian reaksi emosional yang tidak dapat ditarik kembali. Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel, Renungan Kristen, Tips

10 tips bekerja


pengarang : John Daniel

Kamu adalah garam dunia, Kamu adalah terang dunia. Matius 5 : 13-14

Prinsip diatas adalah prinsip kerja yang sifatnya WAJIB ! yaitu sebagai TELADAN ! Entah kalian bekerja sebagai karyawan, buruh, atau apapun juga, simaklah beberapa tips dalam bekerja yang diajarkan konsultan & penasehat pribadi saya, Roh Kudus;

1. Cintai Tuhanmu jika ingin berhasil! jangan uang / penghasilan yang kau cintai !

Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Pengkotbah 5:10 Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel, Tips