Tag Archives: Pengendalian Diri

Konfrontasi


Amsal 15:31-32
Orang yang mengarahkan telinga kepada teguran yang membawa kepada kehidupan akan tinggal di tengah-tengah orang bijak. Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi.

Dalam berhubungan dengan sesama, kita sering kali tidak dapat luput dari konfrontasi. Konfrontasi atau menegur memang sulit dilakukan, sebab mengandung bahaya “kehilangan” hubungan tersebut. Oleh sebab itu, banyak orang lebih suka menghindari konfrontasi daripada melakukannya.

Bagaimana kita dapat memberikan teguran sehingga membangun dan menumbuhkan orang yang kita tegur? Kita perlu belajar untuk menyatakan perasan hati kita, bukan kemarahan kita. Teguran yang disampaikan dengan memaki-maki, menyerang dan menjatuhkan biasanya tidak akan efektif bagi kedua belah pihak. Orang yang dimaki-maki atau diserang tidak mungkin mau mendengar, apalagi berubah oleh teguran itu. Akibatnya besar kemungkinan hubungan itu menjadi terputus. Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel, renungan, Renungan Kristen, Renungan Persahabatan

Orang Sombong dan Deodoran


Penyakit sombong itu seperti bau badan.

Orang yang punya bau badan (BB) seringkali tidak sadar kalau dirinya punya BB. Dia bisa tenang-tenang saja, sementara orang-orang di sekitarnya kena baunya. Tentunya sangat tidak enak dekat orang BB. Tapi kita ‘kan tidak mungkin berhenti bernapas. Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel, renungan, Renungan Kristen

Penyebab Keputusasaan


I Tawarikh 28:20

Sekalipun kita mempelajari penyebab keputusasaan yang datang dari luar diri kita, seperti contohnya hubungan kita dengan orang lain, namun ada gangguan lebih nyata lainnya yang dapat mengejutkan kita. Karena itu, mari kita melihat beberapa hal rohani yang menyebabkan keputusasaan.

  1. Setan: penghasut utama. Tujuan si musuh adalah untuk membuat kita kehilanganharapan, berpikir bahwa diri kita tidak berharga dan hanya berfokus pada hal-hal yang negatif.
  2. Kelemahan kita yang dijadikan tempat berpijak oleh Setan – seperti kebiasaan buruk yangtidak bisa hilang. Hal ini bisa membuat kita putus asa sebab kita merasa bahwa kita tidakbisa lepas dari cengkraman Iblis, apapun yang kita perbuat Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel, Renungan Persahabatan

kebenaran tentang KEMARAHAN


Kemarahan adalah emosi yang kuat. Perasaan tidak senang atau kejengkelan mendalam yang disebabkan oleh suatu ancaman, ketidakadilan atau hinaan, baik yang dialami secara nyata maupun tidak. Allah telah menciptakan setiap kita dengan kemampuan untuk menjadi marah. Yesus marah ketika melihat bait Allah sudah dijadikan tempat berjual beli, dan Dia tidak ragu untuk mengungkapkan ketidaksenangannya. Sesungguhnya, ungkapan kemarahan yang kudus itu justru dibenarkan (Matius 21:12). Ada perbedaan antara kemarahan semacam ini dengan kemarahan yang tertuju kepada orang lain.

Kain membunuh adiknya karena marah dan iri hati (Kejadian 4:6). Yunus marah ketika Allah menyuruhnya menyampaikan berita pertobatan kepada musuh bangsa Israel. Ketika kemudian ia taat, dan orang-orang Niniwe berbalik kepada Allah, hati Yunus semakin panas. Pandangannya tidak terarah kepada kehendak Allah, melainkan kepada hasrat dan prasangkanya sendiri. Ia dipenuhi kepahitan (Yunus 4:1-9), dan yang menyedihkan, itulah gambaran akhir yang kita dapati tentang dirinya: orang yang penuh kebencian dan kekecewaan.

”Saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;  sebab kemarahan manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah” (ayat 19-20).

Di mata Allah, seseorang  tidak diukur dari prestasi-prestasinya, tetapi dari karakternya, imannya kepada Kristus dan kemampuan melepaskan diri dari hal-hal yang menghalanginya menjadi yang terbaik. Kemarahan adalah emosi yang dapat menghasilka kehancuran, memisahkan kita dari persekutuan dengan Allah (seperti yang terjadi pada Yunus), atau orang-orang yang kita kasihi (seperti yang terjadi pada Kain). Kemarahan juga menghalangi kita untuk mencapai tujuan, seperti yang akan kita lihat pada Musa.

Konsekuensi kemarahan

Di dalam Bilangan 20, kita membaca bagaimana pemimpin Ibrani itu kehabisan kesabarannya. Hal seperti ini sering  terjadi ketika kemarahan muncul ketika kita merasa lelah, frustrasi, atau bergumul dengan perasaan tidak aman. Bangsa Israel sebenarnya sudah sering mengeluh secara terbuka tentang keadaan mereka yang tidak menyenangkan. Tetapi, entah kenapa, sungut-sungut mereka saat itu langsung menyulut kemarahan Musa. Musa pun meletuskan serangkaian reaksi emosional yang tidak dapat ditarik kembali. Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel, Renungan Kristen, Tips

Tindakan adalah Kekuatan!


Sebuah pepatah klasik berbunyi: jien li she ie ik puu, arti nya perjalanan seribu mil dimulai dengan langlah pertama. Pesan moral dari kata kata mutiara pendek ini adalah tindakan. Memang benar tindakan adalah kekuatan! Action is power!

Kita mungkin punya sebongkah impian indah, segudang rencana, setumpuk ide cemerlang, tetapi semua itu tidak akan menghasilkan apapun, jika kita tidak berani memulai dengan langkah pertama.

Hal ini mengingatkan kita pada ciri-ciri manusia,mengenai ada empat tipe tentang teori dan praktek. Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel, Tips

Berhati-hati dengan Lidah


“Mereka menggusarkan Dia dekat air Meriba sehingga Musa kena celaka karena mereka; sebab mereka memahitkan hatinya sehingga ia teledor dengan kata-katanya.” (Mazmur 106:32,33)

Salah satu kisah tragis yang dicatat di Alkitab adalah kisah kegagalan Musa masuk ke tanah yang dijanjikan Tuhan. Di padang gurun Meriba orang Israel mengeluhkan ketidakadaan air dan Tuhan memerintahkan Musa untuk berkata-kata kepada bukit batu untuk mengeluarkan air. Musa tidak menaati Tuhan; bukannya berkata-kata, ia malah memukul bukit batu itu dua kali. Tuhan marah dan berkata kepada Musa, “Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka.” (Bilangan 20:2-13) Musa gagal sebab ia teledor dengan mulutnya. Dan sayangnya, ada begitu banyak orang yang gagal oleh karena perkataannya. Yakobus 3:2-12 memberi kita panduan tentang menjaga lidah sebagaimana dapat kita lihat berikut ini: Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel

Prinsip-prinsip Praktis Mengendalikan Amarah


Memang baik jika kita mengerti apa itu amarah, penyebabnya, bermacam-macam respon terhadapnya, penyataan Alkitab, reaksi yang sehat dan tak sehat, dan sebagainya. Namun lebih dari itu, apa yang Anda LAKUKAN terhadap perasaan marah saat ANDA mengalaminya sendiri.
Sebagai ringkasan, ada sepuluh prinsip praktis untuk menghadapi perasaan marah dan mengendalikannya.

Continue reading

1 Comment

Filed under artikel