Tag Archives: Renungan

Konfrontasi


Amsal 15:31-32
Orang yang mengarahkan telinga kepada teguran yang membawa kepada kehidupan akan tinggal di tengah-tengah orang bijak. Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi.

Dalam berhubungan dengan sesama, kita sering kali tidak dapat luput dari konfrontasi. Konfrontasi atau menegur memang sulit dilakukan, sebab mengandung bahaya “kehilangan” hubungan tersebut. Oleh sebab itu, banyak orang lebih suka menghindari konfrontasi daripada melakukannya.

Bagaimana kita dapat memberikan teguran sehingga membangun dan menumbuhkan orang yang kita tegur? Kita perlu belajar untuk menyatakan perasan hati kita, bukan kemarahan kita. Teguran yang disampaikan dengan memaki-maki, menyerang dan menjatuhkan biasanya tidak akan efektif bagi kedua belah pihak. Orang yang dimaki-maki atau diserang tidak mungkin mau mendengar, apalagi berubah oleh teguran itu. Akibatnya besar kemungkinan hubungan itu menjadi terputus. Continue reading

Advertisements

Leave a comment

Filed under artikel, renungan, Renungan Kristen, Renungan Persahabatan

Orang Sombong dan Deodoran


Penyakit sombong itu seperti bau badan.

Orang yang punya bau badan (BB) seringkali tidak sadar kalau dirinya punya BB. Dia bisa tenang-tenang saja, sementara orang-orang di sekitarnya kena baunya. Tentunya sangat tidak enak dekat orang BB. Tapi kita ‘kan tidak mungkin berhenti bernapas. Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel, renungan, Renungan Kristen

Hidup = Uap Mie Pangsit


Saya merasa hidup karena saya bisa melihat dengan kedua bola mata, menggerakkan anggota badan dengan otot-otot, mengatur udara yang masuk ke paru-paru, menggunakan seluruh panca indera saya.

Tetapi saya ingat, Yakobus menulis di suratnya, “Apa arti hidupmu? Hidupmu itu seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.” – Yakobus 4:14 Continue reading

Leave a comment

Filed under renungan, Renungan Kristen

Apakah Dia untukku?


Memilih pasangan hidup memang harus hati-hati. Bibit bobot bebet bukan hanya sekadar nasihat tidak penting dari orangtua. Itu benar-benar sesuatu yang harus dipertimbangkan. Tapi ada beberapa hal sederhana yang bisa membantu anda dalam pendekatan awal untuk bisa mempertimbangkan apakah orang ini layak diperjuangkan untuk menjadi kandidat pasangan anda ke depan nanti.
1. Bagaimana reputasinya? Tidak selamanya mimpi untuk mengubah seorang yang liar menjadi orang yang baik hati itu bisa menjadi kenyataan. Karena itu jika reputasi orang yang anda sukai itu sangat buruk di luar sana, anda sebaiknya berhati-hati dan berpikir dua kali. Continue reading

Leave a comment

Filed under artikel, Love Articel, renungan, Renungan Kristen, Tips

Jangan Ge-Er!!


Seekor keledai betina muda yang ditunggangi oleh seseorang, berjalan memasuki kota Yerusalem. Begitu menginjak gerbang kota, alangkah terkejut si keledai atas gegap gempita orang yang menyambut. Luar biasa meriah. Ia melihat betapa penduduk kota itu rela menghamparkan pakaiannya di atas jalanan yang akan dilaluinya.

“Ahaaa.. saya baru tahu sekarang betapa berharganya saya bagi mereka,” begitu si keledai. “Sebegitu hormatnya manusia-manusia ini kepadaku, sampai mereka merelakan pakaiannya untuk dijadikan alas. Sehingga kakiku yang indah ini tidak kotor terkena debu jalanan.” Continue reading

Leave a comment

Filed under Renungan Kristen

Perumpamaan Tentang Memaafkan


Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir:Hari ini, sahabat terbaikku menampar pipiku.Continue reading

Leave a comment

Filed under renungan, Renungan Kristen, Renungan Persahabatan

Peramal Nasib


Dikisahkan, di sebuah desa, tinggallah seorang peramal yang terkenal. Tradisi di sana sangatlah percaya pada hitungan ramalan. Bila ingin mengawinkan anak, mencari rumah yang cocok, meramal nasib, pekerjaan atau usaha apa yang akan digeluti, mereka tidak ragu meminta nasihat si peramal. Biasanya orang-orang puas dengan hasil ramalan karena sang peramal memiliki kemampuan bertutur yang baik dan membaca ramalan dari sudut positif.

Continue reading

Leave a comment

Filed under renungan